Kamis, 24 Mei 2012

Perangkap Seks Wanita Ukraina di Euro

Aktivis wanita Ukraina yang tergabung dalam organisasi Femen terus melakukan aksi menolak pelaksanaan Euro di Ukraina pada musim panas mendatang. Bahkan mereka mengaku siap 'berperang' dengan para suporter yang berniat ingin bertransaksi seks di negara bekas jajahan Uni Soviet tersebut.                                  
Seperti dilansir Daily Star, para aktivis wanita Ukraina itu saat ini tengah menyiapkan perangkap seks untuk menjebak para penggemar sepakbola yang akan datang ke Ukraina. Belum diketahui seperti apa perangkap tersebut, namun ini merupakan puncak protes mereka atas dugaan bakal melonjaknya tingkat pelacuran di Ukraina yang dilakukan oleh ribuan suporter sepakbola di Euro nanti.

"Euro 2012 tidak akan berpengaruh apapun untuk perkembangan Ukraina. Satu-satunya yang akan berkembang hanyalah industri seks di sini. Padahal industri seks mengeksploitasi wanita yang sangat miskin dan seringkali tidak berpendidikan," ujar Sasha Shevchenko seperti dilansir Daily Star, Kamis, 24 Mei 2012.

"Para fans sepakbola perlu tahu jika mereka ingin mencoba 'mengusik' wanita Ukraina, maka kami akan mencoba mengganggu mereka. Tuhan kami adalah wanita, misi kami adalah protes dan senjata kami adalah payudara telanjang," tambah ketua Femen, Inna Shevchenko.

Kekuatiran Sasha dan Inna Shevchenko bukan tanpa alasan. Menurut mereka, beberapa pekan sebelum Euro digelar, sedikitnya tujuh klub tari malam baru telah dibuka di Kiev. Selain itu 'panti seks' juga mulai banyak bermunculan di sejumlah apartemen jelang pelaksanaan Euro.

"Kami tahu seperti apa para pria itu. Mereka ingin bir kemudian menonton sepak bola dan selanjutnya pikiran mereka mengarah ke seks. Oleh karenanya, kami ingin memastikan mereka mendapatkan pesan dari kami bahwa wanita Ukraina bukan objek seks mereka," ujar sesama aktivis lainnya, Oleksandra Shevchenko.

Femen yang yang memiliki sekitar 300 anggota berencana akan menggelar demonstrasi saat laga yang mempertemukan antara Inggris dan Swedia di ibukota Kiev. Sebelumnya aksi protes juga dilakukan mereka saat trofi Euro di pajang di Kiev awal bulan ini.


sumber:vivanews 

0 komentar:

Poskan Komentar

Bottom 2

Bottom 3